Spikdi
B10:33
B10:33
We were stuck on the deadline.
Kami buntu soal tenggat waktu.
The client wanted it by Friday.
Klien menginginkannya selesai Jumat.
My team needed an extra week.
Tim saya butuh waktu seminggu lagi.
I said: 'If I can deliver half by Friday, could you accept the rest Monday?'
Saya bilang: 'Jika saya bisa kirim setengahnya Jumat, bisakah Anda terima sisanya Senin?'
The client paused and thought.
Klien itu berhenti dan berpikir.
I added: 'I want this to work for both of us.'
Saya tambahkan: 'Saya ingin ini berhasil untuk kita berdua.'
Then I asked: 'Where is there room to move?'
Lalu saya tanya: 'Di mana ada ruang untuk bergerak?'
They suggested we split the difference.
Mereka menyarankan kita bagi selisihnya.
Sunday delivery with a partial Friday drop.
Pengiriman hari Minggu dengan setengah kiriman Jumat.
I agreed, and we both felt heard.
Saya setuju, dan kami berdua merasa didengar.
It was not perfect for anyone.
Itu tidak sempurna untuk siapa pun.
But we each got a small win.
Tapi masing-masing dapat kemenangan kecil.
Finding a Win-Win in a Tough Negotiation
by @fajar_26